Ural Yekaterinburg: Asa Terakhir si Tawon Besar

Didirikan dengan nama Mashinostroi Sverdlovsk di tahun 1927, klub ini sering berganti nama selama eksistensinya di jagat sepak bola Rusia. Sempat menjalin aliansi dengan komunitas olah raga Avangard serta mengubah nama menjadi Avangard Sverdlovsk, secara total klub ini menggunakan 5 nama berbeda selama berkompetisi di era Uni Soviet.
Nama Ural yang sekarang digunakan merupakan penggantian ketujuh yang dilakukan manajemen klub setelah sebelumnya bernama resmi Uralmash Yekaterinburg selepas glasnost-perestroika di tahun 1991. Berdomisili di kota Yekaterinburg, ibukota Sverdlovsk Oblast yang berbatasan dengan pegunungan Ural di sebelah timur, tim ini tergolong salah satu dari sedikit tim profesional yang dimiliki oleh pemerintah oblast.
Mengingat persepakbolaan Rusia yang bias ke daerah tengah dan barat, nama Ural Yekaterinburg praktis belum terdengar kencang sebelum kiprah perdana mereka di kompetisi RFPL di musim 2013/14. Sejak zaman Uni Soviet, Ural lebih sering berkompetisi di liga kasta kedua atau ketiga. Klub ini pernah 2 kali promosi ke Soviet Supreme League di musim 1960 dan 1970. Bagi pembaca yang kurang begitu memahami peta persepakbolaan Rusia boleh jadi akan mempertukarkan Ural Yekaterinburg dengan tim kuda hitam yang kini dilikuidasi, Uralan Elista; namun perlu dijelaskan bahwa kedua klub ini berbeda.

Roman Pavlyuchenko dan Eric Bicfalvi mungkin merupakan 2 pemain yang bisa dikenali pembaca dari skuad Ural saat ini. Striker gaek eks-Tottenham ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak bagi Ural dengan 3 gol. Ural hanya mampu mencetak 11 gol dan kebobolan 25 gol di putaran pertama RFPL musim 2016/17. Di musim-musim sebelumnya, Ural sangat menggantungkan keran golnya pada kecermatan gelandang serang asal Zambia, Chisamba Lungu. Meskipun terhitung jarang mencetak gol, Lungu bertanggung jawab atas seumlah umpan mematikan yang jarang bisa diantisipasi lawan selama 7 musim bersama Ural.
Selaiknya klub-klub yang dimiliki pemerintah lokal, Ural tidak memiliki anggaran transfer yang besar. Skuad utama Ural juga dihiasi talenta lokal yang dipadukan dengan legiun asing yang kadang asing di telinga penikmat bola Rusia. Sebut saja duo Pantai Gading yang dikontrak Ural di musim panas kemarin, Jean-Jacques Bougouhi yang ditransfer dari FK Armavir dan Mohammed Konat yang berasal dari Saxan Ceadir-Lunga, sebuah klub peserta Divizia Naional, kompetisi tertinggi di Moldova.
Kehilangan Spartak Gogniev di lini depan ke Kuban Krasnodar dan gelandang perkasa Aleksandr Sapeta ke Dinamo Moskwa nampaknya belum bisa ditutupi dengan baik oleh rekrutan musim panas lalu seperti gelandang berpengalaman Aleksandr Pavlenko. Selaku pelatih kepala, Aleksandr Tarkhanov pun bergerak cepat dengan mendatangkan Eric Bicfalvi dari Tom Tomsk dan Aleksandr Lomakin dari Enisey Krasnoyarsk untuk memperkuat lini tengah. Selain itu, didatangkan pula striker eks-Kuban, Vladimir Ilyin, untuk menambah opsi di lini depan. Selama separuh musim berjalan, Ilyin mencetak 2 gol dari 24 pertandingan FNL.
Mengingat statusnya sebagai klub yang milik pemerintah lokal, tak heran jika manajemen tidak mengeluarkan sepeser pun di jeda transfer musim dingin ini. Tercatat ,hanya proses transfer Lomakin yang memakan biaya sebesar 10 juta Rubel. Saat ini adalah masa yang susah untuk klub-klub kecil di Rusia, turunnya harga minyak dunia, menurunnya minat menonton pertandingan di stasion karena semakin mudahnya tontonan Liga Inggris, serta kesulitan mencari sponsor menjadi biang keladinya. Dna hal ini tidak membuat perjuangan Ural semakin mudah.
Tidak hanya secara finansial, status tim medioker yang ditinggal beberapa legiun di awal musim juga membuat posisi Ural di RFPL jauh dari kata aman. Anak asuh Tarkhanov ini berada di zona play-off, terpaut 2 angka dari Arsenal Tula yang berada di zona merah. Bukan hal yang mudah bagi seorang pelatih yang masuk ke klub yang tengah terluka di pertengahan musim. Tarkhanov ditunjuk manajemen untuk menggantikan Vadim Skripchenko yang mundur dengan alasan medis yang 2 hari kemudian ternyata menandatangani kontrak jangka panjang dengan Krilya Sovetov Samara. Dengan skuad seadanya Tarkhanov mampu menahan imbang Krilya Sovetov dan Lokomotiv dalam laga tandang serta mengalahkan runner-up musim lalu, FK Rostov, 1-0 di kandang.
Boleh jadi Piala Rusia akan menjadi titik balik sekaligus asa terakhir Tarkhanov menyelamatkan klub kebanggaan Sverdlovsk ini. Ural akan menjamu tim kenamaan, Krasnodar, di stadion SKB-Arena yang berkapasitas 10000 tempat duduk. Datangnya tim tim besar ke kandang adalah berkah tersendiri bagi tim kecil mengingat bisa mendongkrak nilai penjualan tiket, terlebih lagi untuk klub yang menjual nama stadion mereka di awal musim untuk kepentingan komersil.
Selain bermanfaat secara finansial melalui penjualan tiket dan bonus kemenangan, kemenangan kontra Krasnodar di kandang boleh jadi akan memberi dorongan moral kepada tim Pegunungan Ural untuk tetap bertahan di Liga Primer, setidaknya sampai musim depan. Dan siapa tahu, musim depan akan menjadi lebih hangat bagi mereka dengan datangnya sponsor dan tenaga baru. Meskipun dirasa susah memenangkan pertandingan, namun kecepatan Edgar Manucharyan dan pengalaman Roman Palyuchenko boleh jadi akan memberi sedikit perbedaan. Tidak ada hal yang mustahil, bukan?

uggssfr.com Bandar Agen Taruhan Judi Bola 88 SBOBET Online terbesar yang mempunyai pasaran sendiri, pasaran terbaik di asia. Sumber: Supersoccer.co ID