Untuk Para Caleg, Gunakanlah Bahasa yang Santun Selama Kampanye

TERNATE – Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif harus menampilkan kampanye putih pada kampanye terbuka pemilu legislatif yang akan dimulai 16 Maret 2014. “Menggunakan bahasa yang santun dan Kampanye putih maksudnya dalam upaya menarik dukungan masyarakat pada kampanye nanti mematuhi semua aturan yang berlaku, memberikan informasi yang positif mengenai parpol atau caleg yang bersangkutan,” kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara (Malut) Gufran Ali Ibrahim Sabtu (8/3). Menurutnya, parpol dan caleg harus menghindari kampanye hitam, karena kampanye yang lebih diarahkan pada upaya menjelek-jelekkan parpol atau caleg lain, bahkan sering menjurus pada fitnah, selain tidak beretika juga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya konflik di masyarakat. Baca Juga Larang Kampanye di Medsos, Tim Ahok: Bawaslu Lebay Larang Kampanye di Medsos, Bawaslu Halangi Kebebasan Berekspresi Menkes Siapkan 53 Ambulans Antisipasi Demo 2 Desember MUI: Salat Jumat di Jalan Sah Boni Hargen vs Ma’ruf Amin dan Kebrutalan Medsos Parpol atau caleg yang menampilkan kampanye putih, kata mantan Rektor Universita Khairun Ternate, akan lebih mudah menarik simpati masyarakat terlebih jika parpol atau caleg bersangkutan selama ini dikenal memiliki rekam jejak yang baik. Gufran meminta pula kepada parpol dan caleg untuk tidak mencoba mencari dukungan masyarakat dengan menggunakan pendekatan politik uang. Hal itu dinilai tak hanya merusak nilai demorasi, tapi juga memberikan pendidikan politik yang sesat kepada masyarakat. Ia mengimbau kepada masyarakat dalam memilih caleg nanti sedikitnya memperhatikan tiga hal yakni caleg yang akan dipilih, yaitu harus memiliki kecerdasan memadai, memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik dan memiliki ketaatan pada aturan. Caleg yang memiliki ketiga kriteria itu kemungkinan besar setelah duduk di legislatif nanti benar-benar akan melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat, khususnya dalam upaya memperjuangkan semua kepentingan masyarakat yang diwakilinyanya. Menurut dia, untuk mengetahui apakah caleg memiliki ketiga syarat tersebut maka masyarakat harus melihat rekam jejak setiap caleg yang akan dipilih dan bukan hanya mendasarkannya pada janji-janji yang disampaikan saat kampanye.[ian/ant/bs] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Nasional , parpol , kampanye , MUI , Caleg , Nasional , parpol , kampanye , MUI , Caleg , Nasional , parpol , kampanye , MUI , Caleg

Sumber: RimaNews