Sepeda Motor Tak Boleh Lagi Parkir di Sepanjang Malioboro

Suara.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan rambu larangan parkir untuk sepeda motor di sepanjang trotoar sisi timur Jalan Malioboro, sebagai bagian dari penataan kawasan dan relokasi parkir ke Taman Parkir Abu Bakar Ali. “Sesuai tahapan, Malioboro tidak lagi digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor mulai Senin (4/4). Parkir sepeda motor dipindah ke Taman Parkir Abu Bakar Ali,” kata Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Yogyakarta, Minggu (3/4/2016). Satu Lagi Helikopter Rusia Dikirim Tangani Karhutla di Riau Menurut Haryadi, Taman Parkir Abu Bakar Ali sudah siap untuk digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor, menggantikan lokasi parkir yang selama ini berada di sepanjang Jalan Malioboro. Pengendara sepeda motor yang nekat memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Malioboro, lanjut dia, bisa langsung dikenai tilang karena parkir di lokasi yang dilarang. Selain menempatkan rambu larangan parkir, di sepanjang jalan itu juga akan ditempatkan petugas dari Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, bersama kepolisian dan TNI yang berjumlah 525 orang. “Kami akan berjaga mulai pukul 06.00 WIB. Petugas berjaga sejak dari Jembatan Kleringan, untuk mengarahkan pengguna sepeda motor agar memarkirkan kendaraannya di Taman Parkir Abu Bakar Ali,” kata Kepala Bidang Operasional Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Totok Suryonoto. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh mengatakan, pihaknya sudah memasang spanduk berisi sosialisasi mengenai tahapan penataan kawasan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian. Pekerjaan fisik yang akan dilakukan di sepanjang Jalan Malioboro di antaranya adalah pembangunan tempat duduk untuk menggantikan bangku-bangku yang selama ini sudah ada di Malioboro, serta membangun saluran sanitasi untuk pedagang kaki lima, dan menanam pohon Asem Gede. Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pekerja Parkir Kota Yogyakarta, Hanarto mengatakan, sudah banyak juru parkir yang mendaftar untuk ditempatkan di Taman Parkir Abu Bakar Ali. “Ada yang mendaftar setelah tempat pelayanan ditutup. Namun mereka masih memperoleh toleransi karena kondisi yang ada,” katanya. Namun demikian, lanjut Hanarto, belum semua juru parkir yang mendaftar akan langsung ditempatkan di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Hal itu lantaran masih menunggu kondisi benar-benar kondusif. Sebelumnya, diberitakan masih ada juru parkir yang menolak relokasi, karena menilai belum adanya jaminan kesejahteraan dari Pemerintah Kota Yogyakarta. [Antara]

Sumber: Suara.com