Saat Peristiwa, Jemaah Haji Indonesia Terkumpul Dipemondokan Mina

Pic5678 Suara.com – Sekretaris Ditjen Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Hasan Fauzi mengungkapkan, jika dilihat dari jadwal, jemaah haji Indonesia sedang berada di pemondokan saat peristiwa tragedi desak-desakan berlangsung. “Saat peristiwa itu, jemaah haji Indonesia sedang berada di pemondokan Mina. Lokasinya jauh dari jalan itu,” ujar Hasan dalam konferensi persnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis malam (24/9/2015). Dalam peristiwa ini, lebih 717 jamaah haji meninggal dalam tragedi lempar jumrah di Jalan Arab 204 Mina, Arab Saudi. Hasan mengatakan saat ini, Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Indonesia sedang melakukan verifikasi faktual soal jumlah korban WNI. “Sejauh ini baru gelang yang ditemukan. Itu juga sedang diidentifikasi,” kata dia. Dia menambahkan, PPIH juga sudah menurunkan tim untuk melakukan penyisiran identifikasi WNI yang menjadi korban. Yaitu dengan cara turun di tempat kejadian peristiwa (TKP) dan juga di RS Mina Al-Jisr, tempat banyak korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut. Untuk mencegah terjadinya lebih banyak korban, sambung Hasan, PPIH terus melakukan koordinasi degan Difa Madani atau semacam badan penanggulangan bencana Arab Saudi untuk mendapatkan informasi yang lebih terkini , khususnya pada wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau PPIH.‪ Sebelumnya diberitakan, Informasi terkini dari perwakilan Kementeria Luar Negeri Indonesia menyebutkan, korban tewas Jemaah haji WNI menyusul tragedi Mina bertambah menjadi tiga orang. Keterangan yang diperoleh suara.com pada Kamis malam (24/9/2015), dari Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal yang mengutip dari keterangan Wakil Duta besar RI Sunarko di Riyadh menyampaikan kalau korban berjenis kelamin dua lelaki dan satu perempuan. “Sampai pukul 16:00 waktu Arab Saudi, dapat diidentifikasi 3 (tiga) Wni jemaah haji meninggal akibat musibah mina, yaitu: (1) Hamid Atuwi (laki laki) asal Surabaya (2) Saiyah (petempuan) asal Batam (3) jemaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan, namun diketahui berasal dari probolinggo, Safari Travel,” tulis keterangan tersebut.

Sumber: Suara.com