Puskesmas Buka Poli Jamu Tradisional

Rimanews – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membuka poli pengobatan jamu tradisional di Puskesmas Pejeruk Kecamatan Ampenan untuk membantu masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat herbal. “Obat-obatan herbal yang dikonsumsi masyarakat belum tentu aman dan tidak memiliki efek sampingan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu (03/06/2015). Baca Juga Gempa Aceh, Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat KPU Didesak Batalkan Agus-Sylvi karena Program Semiliar untuk RW Gempa 6,4 SR Mengguncang Aceh Dikatakannya, kendati poli pengobatan dengan jamu tradisional itu belum dibuka secara resmi, namun sudah ada pasien di Puskesmas Pejeruk yang mendapatkan pengobatan menggunakan jamu tradisional. “Kita merencanakan poli itu akan diresmikan dalam waktu dekat ini oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh,” katanya. Pengembangan pengobatan tradisional berupa jamu yang diberikan di Puksemas Pejeruk sesuai Undang-Undang Kesehatan dan itu dilindungi. Menurut dia, bahan baku jamu tradisional itu didatangkan dari pusat penelitian di Tawamangu, Jawa Timur, yang merupakan pusat pengembangan jamu tradisional dan sudah memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan. “Jamu yang diberikan adalah jamu yang sudah jadi dalam bentuk kapsul,” ujarnya. Namun demikian, lanjut Usaman, karena keterbatasan sarana dan prasarana di Pukesmas Pejeruk, jenis penyakit yang dilayani melalui jamu tradisional ini hanya lima jenis penyakit. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Jamu tradisional , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews