Mengapa Pepe Yang Jadi Pemain Terbaik Final Euro 2016, Bukan Eder?

Padahal ada beberapa nominasi lain yang layak menjadi man of the match, seperti Eder yang menjadi pencetak gol kemenangan Portugal. Atau, Rui Patricio, sang kiper yang melakukan serangkaian penyelamatan atas serangan Prancis. Apa alasan Pepe dipilih sebagai MVP pada partai puncak di Stade de France pada Senin (11/7) itu?
Portugal mencatatkan gelar pertama mereka di Euro setelah mengandaskan perlawanan Prancis 1-0 di partai puncak. Tak banyak yang menduga, Selecao bakal menciptakan sejarah ini. Pasalnya, Prancis terlihat jauh lebih menjanjikan sepanjang gelaran Piala Eropa tahun ini. Mereka punya deretan bintang yang ampuh, termasuk sang top skor Euro, Antoine Griezmann.
Nyatanya, pasukan Fernando Santos yang sukses mencuri kemenangan berkat gol Eder di babak perpanjangan waktu. Sang penyerang bukanlah pilihan utama pelatihnya dalam starting XI. Eder diturunkan untuk menggantikan Renato Sanches. Gol penting Eder ini membuatnya dijagokan sebagai MVP. Namun kenyataannya, UEFA melalui akun twitter mereka, memilih Pepe sebagai pemain terbaik.

Faktanya, Portugal menang dari Prancis bukan cuma karena lini serang yang ampuh. Tetapi lebih karena lini belakang yang menetralkan sekian peluang lawan. Jika melihat statistik, Prancis melepaskan 18 tembakan, 16 di antaranya berasal dari open play, dan dua lainnya dari set piece. Dari 18 tembakan itu, tujuh di antaranya tepat sasaran. Penguasaan bola juga dimenangi Les Bleus dengan 56 persen. Kontras dengan Portugal yang cuma bisa melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.
Pepe sendiri, bersama Jose Fonte, menjadi penghadang utama gelombang serangan Prancis. Sang palang pintu asal Real Madrid ini melakukan 12 clearance, lebih banyak daripada rekan-rekannya sesama pemain Portugal. Ia juga melakukan tiga blok vital yang menjaga skor tetap tidak bersahabat untuk Les Bleus.
Di luar itu, Pepe menunjukkan kepemimpinannya kala Cristiano Ronaldo cedera. Ia membimbing para pemain Selecao untuk tetap percaya diri, dan mempersembahkan gelar untuk CR7. Pepe menuturkan, Ketika Cristiano menyatakan, tak bisa melanjutkan bermain, saya berkata kepada teman-teman, bahwa kami harus memenangi trofi untuknya. Bahwa kami harus bertarung untuknya.
Jelas berat karena kami kehilangan pemain utama, dan kami menaruh harapan kepada Cristiano. Ia adalah pemain yang bisa mencetak gol di menit kapan pun. Kami menumpahkan darah, keringat, dan air mata di lapangan. Kami melakukan itu semua demi negara (Portugal).

uggssfr.com klik365 Sumber: Sidomi