Makan di Warteg, Baju Kotak-kotak, dan Blusukan Untuk Dekat Dengan Rakyat, Jokowi Banget

RIMANEWS – Pernah dengan ada pejabat yang mau masuk got untuk memeriksa kedalaman dan kesiapan saluran air menghadapi ancaman banjir? Pernah melihat seorang pemimpin dengan sangat halus menyapa rakyat dan mendengarkan keluh kesahnya terkait kesulitan yang dihadapinya? Kalau anda orang Solo atau warga Jakarta pasti sangat mudah menemukan orang seperti itu. Citra yang sangat sederhana itu tampak di diri seorang Joko Widodo (Jokowi), anak seorang tukang kayu yang kini dipercaya banyak kalangan masyarakat untuk menjadi Presiden Indonesia untuk periode 2014-2019. Kesederhanaan Jokowi bukan apa-apa, bukan pencitraan, bukan pula sekadar solekan belaka. Sebagai pribadi Muslim, dirinya hanya meneladani Nabi Muhammad serta para khalifah yang meneruskan kepemimpinannya. Dengan sederhana pula Jokowi menerapkan yang dipahaminya tentang etika pemimpin kepada rakyat yang dipimpin saat menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan kini menjadi kandidat RI-1. Baca Juga Komisi XI: Ekonomi Mandiri Hindari Penguatan Mata Uang Asing Tolak Dolar, Jokowi Pilih Yuan untuk Nilai Tukar Rupiah Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu Presiden: Amnesti Pajak Tahap Satu Tersukses di Dunia Jokowi Akui Daya Saing Indonesia Masih Kalah dengan Negara ASEAN Jujur jika disaksikan pada masa kini, praktis sangat jarang untuk tidak mengatakan tidak ada sama sekali pejabat negara yang rela mengabaikan acara protokoler atau standar pengamanan pejabat ketika melakukan kontak dengan khalayak umum. Kegilaan Jokowi yang menolak dilindungi oleh bodyguard agar tidak terhalang komunikasinya dengan rakyat dinilai pengamat merupakan modal Jokowi yang sangat bernilai. “Seperti yang sudah kita rilis penelitian dan survei nasional kami secara merata di 34 provinsi, Jokowi itu hampir di semua provinsi sangat dikagumi dan disukai oleh masyarakat,” kata Yasin Mohammad, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), kepada RIMA ketika dihubungi pada Kamis (29/5) di Jakarta. Sebelumnya pada 19 Mei lalu LSIN merilis hasil penelitian dan surveinya mengenai tokoh nasional politik berpengaruh pada aspek kepemimpinan. Hasilnya, 20,7% responden menempatkan Jokowi sebagai yang paling top kepemimpinannya dibanding tokoh nasional lainnya. Untuk calon wakil presiden paling potensial, survei LSIN memenangkan nama Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung ketimbang tokoh-tokoh lain. “Masyarakat melihat pola kepemimpinan Jokowi dengan gaya blusukan sebagai sesuatu yang baru dan oleh karena itu menjadi fenomena baru kepemimpinan di Indonesia. Dengan itu publik mempersepsikan sosok Jokowi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan peduli dengan rakyat,” terang Yasin. Rakyat kebanyakan, menurut Yasin, sudah muak dengan gaya foya-foya atau hura-hura pejabat kita yang sangat menyakiti hati rakyat kecil yang barangkali belum pernah merasakan apa yang disebut hidup yang layak. Pendapat yang sama disampaikan oleh pengamat ekonomi dan sosial dari STIE La Tansa Mashiro Banten, Agus Sutisna. Menurutnya, menilai kesederhanaan penampilan dan kedekatan dengan rakyat menjadi kelebihan Jokowi. “Jokowi memiliki kelebihan seorang figur pemimpin yang merakyat dengan kesederhanannya itu,” kata Agus kepada wartawan di Banten, Kamis (29/5). Menurut Agus, masyarakat kini sangat menginginkan pemimpin nasional yang memiliki moral dan karakter yang baik, dan tidak koruptif, sebab korupsi menghancurkan moral dan karakter bangsa dan menimbulkan kesengsaraan masyarakat. Selain itu, ada kecenderungan rakyat sekarang menggandrungi pemimpin nasional yang tidak hidup berlebihan, materialis, hedonis, di tengah kehidupan yang cenderung bergaya serba glamor (gemerlap). Oleh karena itu, katanya, masyarakat mengapresiasi calon presiden Jokowi yang bergaya hidup sederhana. Pemimpin seperti itu, kata dia, dinilai rakyat jauh lebih mulia dan luhur dibandingkan yang materialis dan hedonis. Karena itu, katanya, tepat Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk Jokowi sebagai calon presiden. “Dengan figur sederhana itu dipastikan akan mendongkrak dukungan suara dari masyarakat,” katanya. Ia mengatakan, saat ini calon presiden 2014 baik dari sipil maupun militer tidak didikotromikan, namun pemimpin harus memiliki kompetensi keahlian untuk memimpin bangsa yang lebih baik. Saat ini rakyat tidak menghendaki dan tidak mau lagi pejabat atau pemimpin yang kejam, jahat dan tidak dekat dengan rakyat memimpin Indonesia. Sosok calon presiden yang diusung koalisi lima partai yang punya ide perubahan Indonesia, Jokowi, sangat diharapkan masyarakat akan memimpin seluruh bangsa menuju pembangunan Indonesia yang maju. Kesederhanaannya yang tersimbolkan dengan baju kotak-kotak, makan siang di warung makan biasa dan blusukannya ke berbagai daerah disebut-sebut akan meroketkan Jokowi di Pilpres Juli mendatang. Kelima partai pengusung Jokowi dan pasangannya, Jusuf Kalla (JK), adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Pada 9 Juli 2014 mendatang, seluruh rakyat Indonesia akan menentukan masa depan Indonesia untuk periode lima tahun ke depan. Rakyat harus jeli dan teliti menentukan pilihannya. Jangan sampai tokoh yang tidak bersahabat dengan rakyat dimenangkan untuk memimpin Indonesia. (Maghfurrodhi) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , Jokowi , Joko Widodo , Blusukan Jokowi , baju kotak-kotak , Fokus Isu , Jokowi , Joko Widodo , Blusukan Jokowi , baju kotak-kotak , Fokus Isu , Jokowi , Joko Widodo , Blusukan Jokowi , baju kotak-kotak

Sumber: RimaNews