DPRD Dukung Ahok soal Ojek Online

Rimanews – Sering berbeda pandangan dalam berbagai hal, kali ini Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sehati dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pras mendukung keberadaan perusahaan jasa pemesanan ojek online (Go-Jek dan Grab Bike), meski perusahaan berbasis aplikasi elektronik tersebut belum dinyatakan legal sebagai penyedia transportasi. Ahok sebelumnya mengumpamakan ojek online layaknya pekerja seks komersial (PSK) yang dihujat dan tidak dilegalkan undang-undang, namun nyatanya permintaan masyarakat tetap tinggi. Melanggar tapi dibutuhkan, demikian menurut Ahok. Baca Juga Kader Mendukung Anies-Sandi, PDIP Dinilai Tetap Solid Beban Moral Partai NasDem Menangkan Ahok Partai Pendukung Tidak Lagi All Out Menangkan Ahok Revolusi Diam-Diam dari Petamburan Nadiem Makarim Orang Berpengaruh di Asia Pras sependapat. Alasan dia menyetujui keberadaan ojek online karena menurutnya, banyak manfaat yang dirasakan pengemudi maupun masyarakat pengguna jasa. Karena itu, dia mendesak agar pemerintah pusat peka dengan keberadaan Go-Jek dan Grab Bike. “Intinya Go-Jek harus ada payung hukum. Pemerintah juga harusnya bisa menangkap sinyalemen yang positif ini gitu lho. Karena bukan apa-apa saya sebagai masyarakat gampang juga, suah ngerasain manfaatnya, sangat luar biasa,” terangnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/08/2015). Karena hal itu juga, sambung Pras, pemerintah harus memberikan kelonggaran agar bagaimana caranya ojek dapat diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebab, kata Pras pemerintah harus melek jika banyak tenaga kerja yang terserap selama perusahaan ojek online tersebut berdiri. “Tapi bagi yang mengelola Go-Jek ini juga harus perhatikan yang di gang-gang ini, ojek-ojek yang konvensional ini, dia harus dihire juga,” terang politisi PDI Perjuangan itu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Go-Jek , Ahok , DPRD , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews