Dilma Rousseff Minta MA Batalkan Putusan Senat Soal Pemakzulan Dirinya

Rimanews – Dilma Rousseff mengajukan permohonan pada Mahkamah Agung (MA) Brazil agar membatalkan keputusan Senat yang memberhentikannya dari jabatan Presiden. Sebelumnya, pada Rabu (31/08/2016), Presiden Brazil beraliran kiri itu telah dimakzulkan oleh Senat, karena melanggar UU anggaran. Setelah memakzulkan Rousseff, Senat Brazil memutuskan, Michel Temer yang beraliran konservatif ditunjuk sebagai presiden untuk sisa masa jabatan Rousseff sampai 2018. Baca Juga 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk Saudi Vonis Mati 15 Mata-mata Iran Permintaan peninjauan kembali yang diajukan oleh pengacara Rousseff, Jose Eduardo Cardozo menuntut agar membekukan segera dampak keputusan senat itu. Dalam permintaan peninjauan itu Cardozo menuduh pengacara lawannya melanggar hak Rouseff untuk mendapat proses hukum yang layak. Jika Mahkamah mengabulkan pembekuan itu, Temer bisa kembali menjadi presiden sementara sementara sidang Senat diulang kembali. Sejauh ini semua permintaan yang diajukan pengacara Rousseff mengenai proses pemakzulan terhadapnya ditolak oleh MA, yang ketuanya Ricardo Lewandowski memimpin pengadilan pemakzulannya. Jutaan orang turun ke jalan-jalan di seluruh Brazil tahun ini menuntut pemberhentian Rousseff kurang dari dua tahun setelah ia terpilih kembali sementara Brazil terpuruk dalam resesi terparah dalam beberapa dekade dan skandal korupsi di perusahaan minyak negara, Petrobas merusak koalisinya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Dilma Rousseff Lengser , Presiden Brazil , Pemakzulan Roussef , Eropa , Internasional , Amerika

Sumber: RimaNews