Cantik dan Jelek di Mata Iblis

Rimanews – Cantik atau jelek adalah pemberian yang tak bisa orang tolak. Sebagian besar menganggap kecantikan adalah anugerah, dan kejelekan sebagai musibah. Pasalnya, dalam banyak kesempatan, dunia selalu mendahulukan yang cantik dan meletakkan yang jelek di tempat paling belakang, jika tidak di balik tembok. Jika dalam kondisi terpuruk, uluran tangan seolah-olah otomatis akan memihak yang cantik dan si jelek dianggap pantas menerima segala cobaan. Sedikit ratapan si cantik akan menyayat hati siapa pun, tapi tak ada telinga yang mau mendengar keluhan bahkan pujian dari si jelek sekali pun. Demikian, cantik dan jelek di mata manusia. Baca Juga JK: Masjid Harus Moderen “Perasaan Saya Hancur” Setan Jenis Baru dalam Pernikahan 5 Resep Alquran Menghadapi Para Penista Intoleransi di Medsos Perlu Segera Direspons Di mata Sang Pencipta, cantik atau jelek tak memengaruhi apa pun karena pertimbangan cantik atau jelek hanya ada pada makhluk yang memiliki nafsu. Bahkan, malaikat pun tak akan keberatan menghukum manusia tercantik jika memang dalam pertimbangan hukum Tuhan dia patut dibalut azab. Bagaimana dengan Iblis? Di mata Iblis pun demikian, dia dan gerombolan anasir jahatnya tak akan membiarkan orang paling jelek sekali pun luput dari pantauannya. Jadi, di alam gaib, cantik dan jelek tak memiliki nilai apa pun karena yang menjadi penilaian hanyalah kualitas iman dan takwa kepada Ilahi. Kepada yang manis, si Raja Kejahatan akan meniupkan kenarsisan, riya’, ujub dan sombong. Kepada yang tersemat kejelekan rupa, Iblis berbisik supaya mereka mengeluh, meratapi nasib, kecewa, marah dan putus asa karena diabaikan sebagian besar manusia. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa ujian kecantikan lebih besar. Akan tetapi, pendapat ini tak sepenuhnya benar. Sebab, hal itu hanya akan memojokkan dan menunjukkan ketidakadilan bagi si cantik. Lagipula, ujian kemiskinan bagi si jelek belum tentu lebih ringan dari godaan ketenaran bagi si ayu. Pasalnya, kemelaratan dan himpitan hidup sering berakhir dengan menyalahkan Tuhan, tertukarnya iman, atau bahkan bunuh diri. Di sisi lain, ketenaran juga bukan perkara sepele. Selain berujung kesombongan, demi mempertahankan ketenaran, orang rela menggadaikan harga diri dan melanggengkan kemaksiatan dan kemunkaran. Jadi, ujian yang harus dihadapi pemilik kecantikan atau kejelekan paras rupa tarafnya sama. Bagi Iblis, cantik atau jelek, yang penting dia mendapat teman untuk menjadi bahan bakar neraka. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : cantik dan jelek , Iblis , Agama , Budaya

Sumber: RimaNews