Fatma Samoura, Wanita Pertama Yang Jadi Sekjen FIFA

Perempuan 54 tahun asal Senegal tersebut sebelumnya memiliki pengalaman segudang dalam mengelola organisasi besar seperti PBB. Samoura menggantikan posisi lowong yang ditinggalkan oleh Jerome Valcke.
Reformasi FIFA terus berlanjut sejak terpilihnya Gianni Infantino sebagai presiden lembaga sepakbola dunia tersebut. Dan kali ini, dalam Kongres FIFA di Meksiko, ada Fatma Samoura, perempuan yang belum memiliki pengalaman di bidang sepakbola, tetapi ditunjuk sebagai Sekjen. Apa latar belakang pemilihan Samoura ini?
Gianni Infantino, dikutip oleh CNN Indonesia, menegaskan jika Fatma Samoura bisa memberikan angin segar di tubuh organisasi yang dipimpinnya. Samoura terbiasa mengatur organisasi besar, pendanaan besar, sumber daya manusia, dan keuangan. Ia akan membawa angin segar ke FIFA.
Ia sosok dari luar (organisasi), bukan orang dalam. Ia seseorang yang baru, bukan dari masa lalu. Seseorang yang bisa membantu kami untuk melakukan hal yang benar di masa depan.

Fatma Samoura pertama kali bergabung di PBB pada 1995 dengan masuk ke World Food Programme (WFP). Kala itu ia bertugas sebagai pimpinan pengelola untuk negara Djibouti dan Kamerun. Pengalaman berlanjut ketika pada 2007, Samoura ditunjuk sebagai Deputy Humanitarian Coordinator (DHC) untuk Chad.
Tentu akan ada pertanyaan tentang seputar kemampuan Fatma Samoura di bidang sepakbola. Namun perempuan kelahiran 1962 ini, optimis dengan jabatan baru tersebut. Ia menyebut, Saya pikir jabatan ini cocok dengan kemampuan dan pengalaman saya. Pembangunan strategik dan berpengaruh besar di skala internasional. Hal itu akan saya gunakan untuk membangun sepak bola ke depan.
Saya juga siap untuk membawa pengalaman selama ini, dan terus setia terhadap kerja reformasi penting yang selama ini sudah dilakukan di FIFA.

uggssfr.com keluaran togel sidney Sumber: Sidomi