Bayern Munchen Lebih Bebas di Era Carlo Ancelotti Dibanding Pep Guardiola

Meskipun demikian, Ancelotti menyebutkan, dirinya hanya sedikit memberi perubahan di kubu Die Roten. Pasalnya, tim yang ditinggalkan Pep sudah punya kualitas fantastik, dan kaya pengetahuan sepakbola.
Bersama Carlo Ancelotti, Bayern Munchen memimpin Bundesliga dengan cukup mudah. Meskipun pada laga terakhir Die Roten ditahan imbang 1-1 oleh Koeln, mereka masih belum memiliki lawan yang sebanding di kompetisi domestik. Hasil cemerlang Bayern ini disebut Ancelotti, di antaranya disebabkan oleh pilihannya yang tidak terlalu mengubah karakter tim.
Berbicara soal transisi dari era Pep ke eranya, Ancelotti menyebut, Cukup mudah karena tim ini memiliki banyak pengetahuan sepakbola, dan punya kualitas fantastik. Saya pikir, mereka membangun kualitas ini bersama Guardiola.
Fondasi (yang diletakkan Guardiola) benar-benar baik sehingga saya tidak pernah ingin mengubahnya. Setiap pelatih memiliki ide sendiri soal sepakbola, jadi saya mencoba menerapkan ide saya (di Bayern Munchen) tanpa revolusi. Tim ini sudah belajar banyak dalam tiga tahun terakhir. Saya mencoba untuk melakukan sesuatu yang baru (dengan mereka).

Meskipun mengikuti jejak Pep Guardiola, bukan berarti Carlo Ancelotti tidak mengubah detail. Banyak yang berpendapat, Bayern Munchen di era sang pelatih Italia, lebih luwes dan lebih bebas, dibandingkan dengan era Pep yang terlaku kaku pada sistem.
Tentang hal ini Ancelotti menyebut, Lebih bebas? Tidak. Saya ingin memainkan sebuah tim di lapangan, bukan cuma sekadar 11 pemain. Dan jika Anda ingin memainkan sebuah tim ada beberapa aturan yang harus diikuti pemain.
Anda harus memberikan lebih banyak ruang untuk kreativitas para pemain, ruang agar bakat mereka dapat bersinar. Tapi masih ada aturan (utama) dan pemain tidak benar-benar bebas bermain.

uggssfr.com keluaran togel sidney Sumber: Sidomi